STKIP

STKIP

Rabu, 29 Desember 2010

MANUSIA DAN PERADABAN

PERADABAN
 
Peradaban memiliki berbagai arti dalam kaitannya dengan masyarakat manusia. Seringkali istilah ini digunakan untuk merujuk pada suatu masyarakat yang "kompleks": dicirikan oleh praktik dalam pertanian, hasil karya dan pemukiman, berbanding dengan budaya lain, anggota-anggota sebuah peradaban akan disusun dalam beragam pembagian kerja yang rumit dalam struktur hirarki sosial.

Istilah peradaban sering digunakan sebagai persamaan yang lebih luas dari istilah "budaya" yang populer dalam kalangan akademis. [1] Dimana setiap manusia dapat berpartisipasi dalam sebuah budaya, yang dapat diartikan sebagai "seni, adat istiadat, kebiasaan ... kepercayaan, nilai, bahan perilaku dan kebiasaan dalam tradisi yang merupakan sebuah cara hidup masyarakat". [2] Namun, dalam definisi yang paling banyak digunakan, peradaban adalah istilah deskriptif yang relatif dan kompleks untuk pertanian dan budaya kota. Peradaban dapat dibedakan dari budaya lain oleh kompleksitas dan organisasi sosial dan beragam kegiatan ekonomi dan budaya.

Dalam sebuah pemahaman lama tetapi masih sering dipergunakan adlah istilah "peradaban" dapat digunakan dalam cara sebagai normatif baik dalam konteks sosial di mana rumit dan budaya kota yang dianggap unggul lain "ganas" atau "biadab" budaya, konsep dari "peradaban" digunakan sebagai sinonim untuk "budaya (dan sering moral) Keunggulan dari kelompok tertentu." Dalam artian yang sama, peradaban dapat berarti "perbaikan pemikiran, tata krama, atau rasa". [3] masyarakat yang mempraktikkan pertanian secara intensif; memiliki pembagian kerja; dan kepadatan penduduk yang mencukupi untuk membentuk kota-kota. "Peradaban" dapat juga digunakan dalam konteks luas untuk merujuk pada seluruh atau tingkat pencapaian manusia dan penyebarannya (peradaban manusia atau peradaban global). Istilah peradaban sendiri sebenarnya bisa digunakan sebagai sebuah upaya manusia untuk memakmurkan dirinya dan kehidupannya. Maka, dalam sebuah peradaban pasti tidak akan dilepaskan dari tiga faktor yang menjadi tonggak berdirinya sebuah peradaban. Ketiga faktor tersebut adalah sistem pemerintahan, sistem ekonomi, dan IPTEK.


MANUSIA DAN PERADABAN

Terdapat dua istilah yang saling berkaitan, yaitu kebudayaan dan peradaban. Mengenai kedua istilah ini mempunyai pengertian yang bertentangan menurut para ahli, antara lain:
1. Bieren de hann
• Peradaban adalah seluruh kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan tekhnik.
• Kebudayaan adalah sesuatu yang berasal dari hasrat dan gairah yang lebih murni, yang berada di atas tujuan yang praktis hubungan masyarakat.
2. Oswald Spengl
• Peradaban adalah kebudayaan yang sudah mati
• Kebudayaan adalah wujud dari seluruh kehidupan adat, industrial filsafat, dan sebagainya.
3. prof. Dr. Koentjoroningrat
• peradaban adalah bagian dari kebudayaan yang halus dan indah.
 
Sesungguhnya peradaban itu adalah kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu, pada suatu masyarakat tertentu, yang tercermin dalam tingkat intelektual, keindahan, teknologi dan spiritual. jaman sekarang kebudayaan sudah mencapai tingkat yang cukup tinggi terbukti dengan peradaban yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Dengan peradaban yang tinggi manusia bisa menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi pula, seperti contohnya komputer. Dahulu manusia memulai dengan pembuatan mesin tik, kemudian berlanjut ke komputer, laptop, netbook, hingga sekarang dengan tingkat intelektual manusia dan kecanggihan teknologi bisa merancang dan membuat komputer touch screen, dari segi keindahannya sudah jelas pasti indah, bagus, lengkap, mewah dan dari segi spiritualnya, jika kita bisa menggunakannya sebaik mungkin dan memanfaatkanya, tidak digunakan untuk hal-hal yang aneh, itu bisa menunjukkan kualitas manusia yang beradab tentunya.

Sehingga, tinggi ataupun rendahnya peradaban suatu bangsa tergantung oleh 3 faktor utama yaitu, ilmu pengetahuan, tingkat pendidikan, kemajuan teknologi.

Ilmu Pengetahuan
Tentunya Bangsa yang beradab adalah bangsa yang telah mencapai tingkat kebudayaan tertentu. Jika masyarakatnya memiliki ilmu pengetahuan tentunya masyarakat itu pintar dan kreatif, dapat menciptakan  teknologi yang mutakhir.

Tingkat Pendidikan
Suatu bangsa yang masyarakatnya mendapatkan pendidikan yang tinggi, dimungkinkan akan mempunyai peradaban yang tinggi, karena SDA yang berkualitas akan membantu membangun bangsa yang berkualitas pula, Kualitas seseorang bisa dilihat dari tingkat pendidikannya. Namun tetap harus diimbangi oleh sisi spiritual dalam diri mereka.

Kemajuan Teknologi
Kemajuan teknologi suatu bangsa bisa dilihat dari infrastruktur bangunan, sarana yang dibuat serta lembaga yang dibentuk., Bangunan-bangunan yang menjulang tinggi bisa memperlihatkan kemajuan teknologi suatu bangsa, bangsa yang memiliki peradaban yang tinggi. Sarana yang dibuat seperti jalan-jalan raya, landasan terbang, bandar udara, pelabuhan, alat transportasi, sarana kesehatan seperti rumah sakit, bangunan/gedung sekolah, dll.

Namun harus menjadi catatan, bahwa masyarakat atau bangsa yang berkebudayaan tidak berarti meiliki peradaban, karena tak selamanya manusia yang berbudsaya itu manusia yang memiliki peradaban. Namun manusia itu adalah makhluk yang beradab, karena manusia dianugrahi harkat, martabat serta potensi kemanusiaan yang tinggi. Namun dalam perkembanganya manusia bisa jatuh kedalam kebiadaban, karena ketidakmampuanya menyeimbangkan dan mengendalikan cipta, rasa dan karsa yang dimilikinya.
Seperti contoh, manusia yang memiliki intelektual yang tinggi, ilmu pengetahuan dan teknologi, namuan dia menggunakannya untuk hal yang salah, seperti membuat bom dan meledakannya. Itu lah salah satu contoh kebiadaban manusia, karena sisi spirirtualnya juga tidak ada.

credit : http://id.wikipedia.org, www.raden-fandi.co.cc.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar